7 Januari 2010 – 3:24 pm | 3 Komentar

Teknik terapi:
Metode NDT mempunyai beberapa teknik  : 1) Inhibisi dari postur yang abnormal dan tonus otot yang dinamis, 2) Stimulasi terhadap otot-otot  yang  mengalami hypertonik , 3) Fasilitas pola gerak normal (Rood, 2000).
1.    Inhibisi
Suatu upaya …

Baca keseluruhan artikel »
Artikel Kesehatan

Fisiopedi

Fisioterapi pada muskuloskeletal

Fisioterapi pada stroke

Sport Injury

Utama » Artikel Fisioterapi

Keseimbangan dan koordinasi (bagian 2)

Artikel dikirim oleh pada 26 Januari 2008 – 4:39 pm7 Komentar

By :Setiawan, M Physio 

coordination.jpg 

l      Menganut prinsip motor learning

l      Latihan ketrampilan

l      Discrete skill

l      Continuous skill

l      Serial skill

l      Closed skill

l      Open skill

l      Motor learning: suatu rangkaian proses latihan atau pengalaman yang membawa ke arah perubahan kemampuan dalam melakukan aktivitas yang trampil yang sifatnya relatif permanen.baca selengkapnya…

l      Ada 2 fase motor learning:

l      Acquisition

l      Retention

Ada yang membagi menjadi 3 fase, yaitu

l      Fase kognitif (what to do)

l      Fase asosiasi (how to do)

l      Fase otonom (otomatis) (how to succeed)

l      Tahap pre-latihan

l      Pembangkit stimulasi

l      Atensi

l      Motivasi

l      Memory

l      Hal-hal yang penting selama latihan

l      Guidance

l      Latihan itu sendiri

l      Feedback

l      Mental practice

l      Do the task

l      Manakah yang efektif?

l      Latihan sistem blok atau random

l      Latihan bagian atau keseluruhan aktivitas

l      Feedback immediate atau summary

l      Latihan aktivitas tunggal atau aktivitas sehari-hari

Prinsip-prinsip latihan koordinasi dan keseimbangan

l      Terapi harus terfokus pada identifikasi gangguan atau kelainan secara akurat

l      Problem oriented assessment

l      Practice missing component

l      Tindakan-tindakan pemeriksaan bisa dikembangkan sebagai tindakan terapi pula

            Khusus untuk latihan keseimbangan:

l      Prinsip biomekanika dan distribusi berat tubuh

l      Re- edukasi pola postural

l      Hindarkan gerakan-gerakan yang tak perlu

l      Hindarkan gerakan-gerakan kompensasi

l      Kembangkan counter activity

l      Kembangkan reaksi postural otomatis

l      Perturbasi (displacing force)

l      Permukaan yang mobile (gymnastic ball, equilibrium board, standing tilt board, dll)

Dipertimbangkan keselamatan dan level kontrol pasien

l      Latihan ditingkatkan (progresifitas)

l      Variasi kecepatan

l      Variasi postur

l      Variasi kompleksitas aktivitas

l      Variasi atensi dan konsentrasi/variasi tingkat gangguan

l      Organisasi sistem sensorik

l      Pasien tergantung pd mata à dilatih dg mata terbuka – mata tertutup – suasana gelap – berkacamata dll

l      Pasien tergantung pd input sensorik à dilatih pd berbagai permukaan (keras – lunak – kasar – halus – karpet – lantai – naik – turun, dll)

l      Latihan bisa bersifat pengulangan, progresifitas, modifikasi, kompensasi

l      Latihan koordinasi dan keseimbangan terkadang juga mirip dengan latihan peningkatan stabilitas

l      Mempertahankan posisi melawan gravitasi dalam posisis menumpu berat badan mrpk latihan stabilitas trunk yang baik untuk menunjang koordinasi dan keseimbangan

l      Tengkurap bertumpu pd siku, posisi merangkak, bridging, duduk, kneeling, berdiri, posisi pesawat terbang

l      Latihan –latihan yang bisa dikembangkan: placing and holding, alternating isometrics, rhytmic stabilisation, slow reversal hold

7 Komentar »

Tinggalkan komentar!

Tuliskan komentar Anda atau berikan trackback dari website Anda. Anda juga dapat berlangganan komentar artikel ini melalui RSS.

Tetap pada topic. Jangan lakukan spamming.

Anda dapat menggunakan tag HTML ini:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Website ini menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan avatar pribadi Anda, silakan register dan upload avatar Anda di Gravatar.